Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

11/28/2010

Tahukah Engkau? Tentang Cintaku Ini

puisi cintaTahukah engkau? aku sangat merindukan mu.

Tahukah engkau? aku sangat menyayangi mu.

Tahukah engkau? aku sangat membutuhkan mu.

Tahukah engkau? aku sangat mencintai mu.

Tahukah engkau ? lewat Puisi Cinta inilah aku curahkan tentang cintaku ini.

11/25/2010

Dan aku pun tau…



Kini semua tak ada artinya bagi ku

Mentari telah pergi dari hari ku

Rembulan pun terlihat kecut tersenyum untuk ku

Tak seperti dulu, kini keterpaksaan menyelimuti nya

Kini alam tak selestari dulu

Yang mampu membuat jiwa ku tertidur pulas dalam harapan

Semua kini jelas sudah untuk ku

Biarkan aku mati dalam badai penderitaan ini

Atau salib lah aku untuk bisa membuat kalian terenyuh juga tersadar

sungguh aku benci akan kenyaatan ini

sebenci tuhan pada setan

sungguh aku rindu pada mu yang dulu

serindu adam kepada hawa sang tulang iga

kau yang ku cinta

kau yang ku kasihi

semua nya untuk engkau

dan kini aku pun tau

apa yang mesti kulakukan kepada mu dan hidup ku……….

10/25/2010

Bulan II


Kini ku tau engkau ingin disana bertahta di keangkuhan

Di selimuti cahya mu yang terangi sisi lain dari hidup ku,

Senyum mu, tawa mu, hanya objek untuk menutup keenganan semata

Bulan.

Kini ku tau hati mu tak akan bergeser walau sejengkal sungguh

Nyawa dan pengorbanan ku, hanya angin lalu yang melintas samar di hidup mu

Tetep kuncup mu, bukan untuk ku dan itu sudah mejadi final di keputusan mu

Dan indahnya gelora mu, kau iklas kan kepada dia, ia, yang tak tau akan arti dirimu

Bulan

Walau pait ku terima ini semua, dan ini adalah racun di kehidupan ku, hingga ku mati

Tapi tetap aku mencintai mu, menyayangi mu seperti dulu, ketika pertama ku rasa indah dirimu

Salam ku hatur kan untuk mu, untuk indah raga mu, untuk arti dirimu di bumi , di fana hidup ku..

Bulan terimaksih dan selamt tingal, ku akan kembali ke bumi dan selamnya berpijak tak akan menoleh kelangit tinggi lagi

Mandalawangi

Kubiarkan raga ku bergumul dengan bumi yang dulu menjadi karib akrabnya

Dan di jamah angin yang tergesah –gesah turun di perbukitan itu..

Udara malam yang berpeluk mesra dengan sepi ku yang merongrong sadar ini..

Sambil ku pandangi langit yang bertahtakan bintang-bintang yang indah nan mempesona

Kembali pikiran ku melayang lepas , menuju engkau yang tak pernah peduli kepada ku

Mandalawangi di malam ini

Senantiasa akan menjadi bukti betapa aku terpatri dalam indah raga mu

Indahnya alam sekitar tak mampu goyahkan untuk sekedar lepas dari mu

Atau mungkin melupakan engkau untuk sekejap mata

Mandawalangi dalam gelapnya engkau dan sunyi nya alam mu

Aku terus terbuai dengan angan-angan untuk bisa memiliki mu

Ini puisi siapa punya

Tak ada tuan atau nyonya yang meminta

Ini puisi siapa suka

tak ada dia atau mereka yang mengharap

ini puisi siapa yang punya dan suka

tak ada yang meminta juga berharap

ini puisi siapa yang punya juga suka???

ketika hati tertususuk duri

ketika hati terus menangis sendu

ketika ia tak berharap dirimu untuk di sisi nya

ketika takdir tak seindah realita

ini puisi siapa punya dan suka

3/25/2010

Selamat Tinggal

Jika engkau rela mangapa engkau merana
Aku sudah cukup melihat engku bersandiwara
Cukuplah kau goreskan luka ini yang kau buat
Cukuplah air mata ini mengalir yang kau teteskan
Jangan berkata –kata bila kau terus berdusta
Bukan sekejap waktu yang kubutuhkan untuk mu
Separuh nyawa ku korbankan untukmu dewi
Biru luka hatiku lama ku hiraukan untukmu
Saatnya lah kini aku bebas dari rasa cinta kepadamu
Rasa yang terus membelenggu raga dalam asa
Yang mempenjara jiwa dalam sengsara
Selamat tinggal dewi
Jangan kau ikuti jejak langkah ku,
Karena kepada bumi aku enggan memberi tahu keberdaan ragaku
Jangan kau meratap memanggil aku kembali
karena mungkin aku sudah tuli dalam kesunyiaan
doakan aku duhai penjajah cinta, penebar luka
agar dunia tak selalu memperdaya serta mnyakiti
seperti dirimu kepada hati, raga dan waktu ku yang terus berlalu

Bertanya.......

Dalam kehampaan yang terus membututi kepada hati yang pilu
Bertanya sang hati dengan satu kesadaran yang tak pasti
Ia sangat lelah juga lemah …
Dengan nada suara yang tak jelas , parau juga samar..
Apa arti hidup …dia berbicara sendiri seakan tak ada teman
Dia terus bergumam …suara nya semakin jelas kurasa
Apa arti hidup ini… berulang kali ia berkata itu…
Seperti ia tak puas tak ada yang menjawab..
Apa arti hidup yang kita jalankan…
Apa harus terus seperti ini….
Nada nya semakin lantang …. Dan semakin keras seakan ingin berteriak
Apakah hidup yang kita jalankan harus seperti ini adanya..
Apakah hidup yang kita jalankan harus seperti ini adanya…
Ia mulai lemah.. perlahan suaranya melemah, kembali parau dan samar
Namun kurasa hati ku…. Menangis…dalam kesamaran ku rasa ia menangis
Ia terluka …. Dia bersedih… dan kecawa…
Namun aku hanya bisa berdiam dengan suasana seperti ini…
Ku tau hati ku telah lelah, ia ingin menyerah dengan hidup yang ku jalankan
Ku tau ku harus berubah… merubah hidup dan cara hidup ku
Sebelum hati ku kembali bertanya
Sebelum hatiku kembali bertanya dan aku tak mampu mejawab kembali
Sebelum hati ku kembali kecewa ,dan ia enggan untuk bangkit
Sebelum semua bertanya …
Sebelum semua bertanya dan aku tak mampu menjawab
Sebelum pertanyaan datang dan aku tak bisa melontarkan jawaban
Sebelum pertanyaan bukan saja dari hati ku..
Juga jiwa , serta raga…
Sebelum pertanyaan datang dari pemilik pertanyaan dan jawaban
Sebelum ia bertanya tentang hidup..
Tentang usia yang selalu ku gadai
Tentang usia yang tak kupakai untuk memuja dna memuji nya
Tentang napas , tentang nikmat..tentang karunia
Tentang semua yang telah di anugrahkan
Sebelum itu terjadi..
Sebelum semua terlambat dan sebelum aku hanya diam sambil menunggu eksekusi
Sebelum semua terjadi … sebelum ….sebelum..sebelum semuannya nyata
Aku harus berubah dan aku mampu menjawab semua..

3/21/2010

Tersadar

Hembusan angin buat ku melamun
Terbangakan lembaran kesadaran akan dunia
Lelah sudah aku berjalan menyusuri jalan kehidupan
Tak pernah aku dapatkan sebutir kebahagian di tarikan nafas ini

Semuanya berlalu begitu saja tanpa membekas
Teriakan dan makian hanya ritual kecewa semata tanpa sempat bermakna
Terlambat sudah aku memutar haluan untuk mengejar impian
Setelah butiran air mata ku keluarkan dari ayah bunda

Maafkan aku bila tak pernah aku suguhkan kebahagian
Tak sempat aku bawa kalian memandang kebanggaan
Malu aku menjadi contoh yang kalian bicarakan
Bila kenyataan tak seindah untaian doa kalian

Hidup ku..
Hidup malang ku ,yang ku sia –sia kan selalu
Ku pakai hanya mengejar ucapan cinta dari mu
yang tak pernah sekali pun terdengar oleh telinga ku

aku tersesat sungguh
tak mampu lagi aku bisa kembali
menjadi seperti yang dulu,sebelum kenal dengan mu
sungguh itu yang aku rindukan

maaf kan aku bunda
ianzholic

3/18/2010

Relakan

Bila sang hati tak dapat di paksakan untuk mencintai
bila sang dewi terganggu dengan rasa cinta mu
bila hati dan jiwa mu kecewa akan dirinya

cukup sudah
bukan aku menyerah mengejar impian dan keinginan diri

cukup sudah
biar aku di katakan berputus asa sebelum berhasil

cinta itu suci
maka butuh keikhlasan untuk memberi dan menerima

cinta itu indah
maka bila kau tak dapatkan hati maupun raganya

tetap rasa cinta mu terlihat di pelupuk matanya walaupun bagai awan tak dapat di gapai

relakan kawan
bukan untuk melepas sang mentari jiwa..
tapi memberi ruang bagi dia untuk bersinar , memberi yang lebih indah dari cinta kepadamu

relakan hati
jangan tenggelam dalam nyanyian pilu
atau tertawa dalam kesenduaan

cukup .... cukup ... cukup kita relakan
karena hakikat cinta itu tak ada paksaan
dan kerelaan itu lebih indah dari penerimaaan


kepada hati yang tak tau diri

Puisi "Relakan" Karya : ianzhollic

Malam Ini

Malam ini ingin aku lenyap dalam damainya malam
Melebur dalam senyapnya waktu
Dan menyatu dalam dinginya angin malam
Agar ku terhindar dari rindu padamu
Rindu akan ucapan cinta untukku
Tapi bukan aku berlari dari kenyataan hidup ku
Yang tak pernah akrab dengan ku
Biarlah aku dilupakan orang
Tak dikenang , maupun tak di rindu
Aku telah meyerah akan nasib hidupku
Tapi maafkan aku, ayah dan bunda
Aku hanya penghalang bahagia kalian
Dan menjadi benalu keluarga
Tak mau aku menyalahkan takdir akan hidupku yang pilu
Maupun nasib akan hari –hari ku yang hampa
Dan ini memang jalan hidup ku
Dan malam ini aku tau itu semua

Puisi Berjudul "Malam Ini"Karya : Ianzhollic

Lewat Secarik Kertas

puisi cinta, puisi secarik kertasingin kurekam indah dirimu yang tuhan ciptakan untuk ku
dalam untaian kata yang lebih indah dari permata dunia
juga syair-syair pengugah rasa rasa cinta
walau ku tau ini tak akan membuat mu luluh dan mencintaiku

tak mungkin kasih aku melupakan mu
setelah kau usik hati dan jiwa ku
tak sanggup kasih kau ku campakan
setelah rasa nyaman dan bahagia menyelimuti hari-hari ku

sungguh dirimu adalah hal yang aku cari
setelah muak aku di campakan dunia
ku tak mau mengalihkan indah dirimu
walau mata dan hatiku buta membatu

andai saja aku seberani romeo
atau setabah majnun
yang gigih memperjuangkan cinta
walau seisi dunia datang menghadang tetap mereka bertahan

bidadari oh cinta dan sayang ku
sungguh berat sungguh berat beban hati ini menahan rasa
sungguh aku terjebak dalam memilih
ku tak tau sanggupkah aku melewati ini

maafkan aku kasih
hanya lewat kertas ini aku lantang berkata
jiwa ku berkorban meneriakan kata
bahwa aku cinta, sayang dan selalu merindukan mu

maafkan aku sayang tak mampu
aku menjadi seperti pangeran yang kau mau
menjadi raja yang kau puja,
yang telah lama hinggap di pelupuk serta logika mu


biarlah aku di bunuh rasa
(ianzhollic)
pengagum rahasia sejati

Puisi Cinta "Lewat Secarik Kertas" Karya : Ianzhollic

Jangan Tinggalkan aku

tolong diam d isisi ku, meski hatimu untuk nya
tolong tersenyum padaku meski keterpaksaan menyelimuti bibirmu
tolong bahagia lah bila dekat ku, walau risih mengikuti mu
karena aku membutuhkan mu lebih dari dunia beserta isinya

meski kau lontarkan penolakan atas persembahan cinta ku
meski kau alihkan ragamu dari pandangan wajah ku
meski kau tusukan kekecewaan tepat di jantung hidupku
ku tak akan marah padamu

selalu ada maaf untuk mu
selalu ada cinta bagi mu
selalu ada sayang untuk dewi ku
selalu terbuka pintu hatiku bila kau lelah dan ingin kembali

jangan tinggal kan aku
setelah kau tanamkan kepercayaan akan cinta dan kasih sayang kepada ku
jangan tinggalkan aku
setelah indah dirimu terbangkan jiwaku kelangit harapan

tuhan cegahlah ia agar tak pergi dariku
berilah setitik rasa cinta kepadanya agar mencintai aku
berilah selalu senyum di ceria wajahnya
karena aku selalu merindukannya

kembalilah duhai wanita ku
peluk erat raga yang termakan usia
rabalah jiwa ini yang layu tak berguna karena nestapa
karena dirimu adalah sebagian yang ku temukan dari durja nya dunia


aku terluka tapi tak mau membenci mu

Puisi cinta dengan Judul Jangan Tinggalkan aku karya : IanzHollic

Tak Berjudul

Merangkai kata demi obati rindu meski berbalas sembilu
Seperti merangkak di pecahan kaca kala hati ingin kan kamu
Berbaur cemburu juga pilu semua kan jadi satu bila kau ceuk pada ku
Ini lah cinta yang aku perjuangan
Ini lah jalan rindu yang aku tempuh
Semua akan sama
Selalu sama pada ujung nya nanti.
Bila aku sadar aku ini sedang dalam merugi
Tapi nafas cinta ini membelenggu aku..
Aku bagai anjing yang menurut pada nafsu..
Terpongah –pongah berlari mengejar daging yang bukan miliknya
Anjing yang pada akhirnya kelak di tendang dan di buang sejauh mungkin
Dan Aku tau akan hal itu.

Puisi Karya : Ianzhollic

3/16/2010

Bulan

Puisi Cinta, Bulan
Dikala malam datang menawan hatiku, hitam kelam hari-hariku
raga hanya onggokan daging yang menunggu busuk lalu hilang dengan iringan waktu
dunia seakan menjadi musuhku , musuh hidup dan kehidupanku
sungguh merana aku dalam keterbedayaan
lalu engkau muncul dengan kemilau keceriaan yang memikat alunan nada jantungku
jantung ku berdendang menyanyikan lagu harapan
harapan yang dalam terkubur oleh kecewa dan nestapa belaka
puranama mu yang lama ku tunggu dibalik sisi tangis dan piluku
kau pasangkan dan surutkan aku oleh gravitasi hidup mu
sungguh indah dirimu
bahagiakan aku sekaligus kau belenggu aku dalam kebingungan aku memilih
rasa padamu sungguh jauh dari ikatan itu ,
maafkan aku bila ku mengkhianati mu
sungguh tak bermaksud aku takluk dalam keinginan hatiku
keinginan yang mungkin telah lama mati
bulan tak mungkin aku sanggup gapai dirimu yang jauh hidup di atas impian-impianku
bulan terimakasih telah hadir di hidupku

Teruntuk adik ku ispirasi dan anugrah hidup ku
Dari kk mu yang tak tau malu
Ianzhollic

Puisi Cinta dan Ungkapan Hati ini Karya : Ianzhollic
image source : www.dryicons.com